Hotaru Japanese Resto

Hotaru Japanese Resto merupakan rumah makan khusus masakan Jepang.  Resto yang memiliki motto Tempat Kumpul keluarga dan Komunitas Jepang ini menyediakan aneka masakan Jepang yang dapat menggoyang lidah Anda seperti Cali Maki, katsu Beef, Yakiniku Beef, Miso / Shoyu Ramen, dll.
Selain menyediakan masakan Jepang, Hotaru Japanese Resto juga menyediakan berbagai fasilitas seperti Area Lesehan Luas, Dojo beladiri Jepang, Counter fashion Jepang, Counter aksesoris Jepang, Counter martial art Jepang, Member card Hotaru, Tempat parkir aman dan luas, Event Jepang Reguler, dan banyak lagi.

Alamat Hotaru Japanese Resto
Jl. Sorogan No. 1 Yogyakarta (Selatan Mirota Godean)

Ayam Goreng Ny. Suharti

Ayam Goreng Ny. Suharti adalah rumah makan yang menjadi salah satu tujuan kuliner yang patut untuk dicoba di jogja. Lokasinya di pertigaan babarsari di jalan raya Solo – Jogja. Rumah makan yang memiliki gambar Nyonya Suhartinya itu asli milik Ny. Suharti, restoran ayam goreng dia yang pertama di Jogja.

Rumah makan ini menyajikan ayam kampung muda sehingga jangan heran kalau ukurannya rada mini. Selain ayam, ada juga menu lain seperti tahu, tempe goreng dan ati ampela. Sayurnya bisa pecel, gado-gado, atau sayur asam. Lalapan juga ada.

Ada nasi gudeg dan soto sebagai alternatif jika ingin menu yang lain. Satu ayam utuh dihargai 55 ribu dan ini cukup disantap untuk empat orang. Kalau Anda datang berdua bisalah membeli separuh ayam saja, 38 ribu. Terus kalau mau makan sendiri ada menu paket dengan sepotong ayam, nasi dan sayur dengan harga 30 ribuan. Gado-gado dihargai 13 ribu dan sayur lodeh delapan ribu.

Kontak Alamat dan Nomer Telepon Ayam Goreng Ny. Suharti
Jl. Gedong Kuning No. 187 Yogyakarta
Telepon : (0274) 383765 – 384926

Kedai San Bao Long

Restoran Peranakan Tempo Dulu Kedai San Bao Long Semarang

Kedai San Bao Long menempati bangunan tempo dulu dengan arsitektur Belanda yang elegan dan luas di Jalan S Parman, di tempat yang dahulunya De Joglo Seafood(sebelah timur Hotel Grasia). Kedai San Bao Long sangat tepat untuk makan bersama teman, keluarga, ataupun rekan bisnis. Kedai San Bao Long menghadirkan berbagai menu dengan citarasa kenikmatan khas yang berkelas. Anda bisa menikmati berbagai menu nikmat Restoran Peranakan Tempo Doloe, seperti Cap Cay Pekojan, Bistik Sapi, Cap Cay Kapuran, ataupun Bistik Ayam. Anda juga bisa menikmati berbagai menu Asian Food.

Berbagai menu mulai dari main menu, dessert, soup, dan menu lainnya benar-benar bercitarasa. Bebek Panggang dan Gurami San Bao Long merupakan Menu spesial yang harus Anda coba. Sajian Bebek Panggang Peking dengan daging yang lembut dan nikmat dipadu dengan saus barbaque sungguh nikmat terasa. Kapasitas ruang Kedai San Bao Long ini mencapai 170 orang, ada ruang berkapasitas 40 dan 30 orang, serta VIP room untuk 10 orang.

 

Kedai San Bao Long Semarang
Alamat: Jl. S. Parman No76 Semarang
Nomor Telepon: 024-8310078 – 8416888
Jam Buka: 10.00 – 22.00
Website: www.sanbaolong.com

Macao Supreme Shabu House

Macao Supreme Shabu House Steam Boat Restaurant Ala Hongkong

Bagi penggemar shabu shabu, Macao Supreme Shabu House yang berada di Jalan Sultan Agung Semarang ini memang tak asing lagi, citarasanya yang memang mantap membuat restoran ini selalu ramai. Steamboat menu antara lain Terong isi seafood, Crab claw, jamur isi ayam, caisim, kangkung, salmon roll, gulung sea food, gulung sotong, bakso rumput laut, golden fish ball, ikan gulung ala macao. serta menu from the kitchen mulai dari ayam rebus, kakap telur asin, daging sapi saos nanas, soun goreng krispi, atau roti goreng spesial.

Lokasinya berada di kompleks Ruko Sultan Agung di sisi samping LJ Hooker Candi, tak jauh dari Selasih Resto ataupun Samudra Seafood.

Macao Supreme Shabu House Semarang:
Alamat: Ruko Sultan Agung Kav 10A
Jl. Sultan Agung No 104-106 Semarang
Nomor Telepon: 024 850 5705

Kumpulan Coretan Saat Senggang [KucoS]

 

Tempat makan di Jepang

Makanan Jepang memang mempunyai citra rasa tersendiri. Pertama kali ketika makan masakan Jepang terasa sangat asing, tetapi setelah berapa kali justru malah ketagihan. Ketika masih di Semarang, ada dua tempat favoritku yaitu :

1. Shabu-shabu house
Terletak di komplek ruko Murni jl. Gajah Mada bersebelahan dengan roti Swiss milik Pak Yono (ortu Mas Sony). Banyak jenis makanan favorit saya di sini terutama yang ada beef dan sayuran yaitu shabu-shabu.
shabu2

2. Nori

Terletak di pintu gerbang perumahan Candi Golf, memang agak masuk dari jalan utama dr. Wahidin tetapi cukup ramai juga kalau malam.
nori 1

Saya lebih sering makan di tempat ini karena mempunyai menu yang banyak variasinya serta harganya lumayan murah dibanding yang pertama. Tempura dan udon merupakan menu favoritku.
tempura udang

Kalau di semarang, selain kedua tempat tersebut masih terdapat satu lagi yaitu Geisha Sushi (kalau tidak salah…lupa-lupa ingat) yang terletak di jl. Sisingamangaraja … depan pertigaan AKPOL. Saya hanya pernah sekali makan disini, tetapi masakannya kurang cocok dengan lidah saya. Sebenarnya tempatnya bagus dan wajar harganya juga bagus…he….3x.

Saat sampai di Jepang, ternyata masakan Jepang yang ada di Semarang itu ternyata hanya sebagian kecil dari berbagai jenis masakan Jepang. Walaupun berbagai jenis, bagi saya yang seorang muslim harus berhati-hati memilihnya karena harus mengetahui dahulu apakah jenis yang saya makan diperbolehkan atau tidak menurut orang muslim.

Karena makanan di Jepang jauh lebih mahal daripada di Indonesia, maka jenis rumah makan yang menjadi favoritku adalah kaiten-zushi.
kaitenzushi

Kaiten adalah berputar dan zushi adalah sushi sejenis makanan, jadi kaiten zushi adalah susshi yang berputar. kaitenzushi adalah rumah makan yang menyajikan sushi yang di letakan di piring kecil dan di letakan kembali pada ban yang berputar. Bila hari libur atau jam makan siang, tempat ini sangat ramai. pernah pengalamanku menunggu tempat duduk hampir satu jam. Mau pulang udah laper….kalau ditunggui …kelaperan…ya terpaksa…nunggu antrian sambil nonton TV.
1

Para pengunjung dapat memakan sushi yang berada di depan mereka. Rata-rata setiap makanan yang tersaji di atas piring seharga 105 s/d 200 en sudah termasuk pajak. Jenisnya banyak sekali sehingga pengunjung bisa dengan bebas menu yang disukai. Biasanya saya menghabiskan sekitar 10 piring dengan total kisaran harga 1000 s/d 1500 en (Rp. 100 rb s/ 150 rb) sudah plus jenis minumannya.

Sekilas Makanan dan Jajanan di Roma – Paris series

Paris cukup mengesankan dalam hal harga makanan dibandingkan di Roma ataupun di kota-kota besar Indonesia. Dimanapun kita berada di Paris, mau di tempat yang jauh dari keramaian, di tempat wisata, di stasiun Metro, di Museum, atau dimanapun, harga-harga makanan dan jajanan tidak berbeda cukup mencolok. Sehingga kita tidak perlu ragu untuk membeli makanan dan jajan dimanapun.

makan makan makan
Agaknya Roma mirip dengan Jakarta, Bandung ataupun kota lain di Indonesia. Harga makanan atau jajanan mengikuti strategis atau tidaknya tempat penjualan makanan atau jajanan tersebut berada. Semakin strategis, maka semakin mahal pula harganya. Jadi kami tidak sembarangan beli makanan di Roma setelah melihat-lihat harga makanan di Bandara, stasiun Termini, daerah sekitar Vatikan, Colosseum, dll. Lagipula kebutuhan makan kami normal-normal saja, mau burger pun “hayuk ajah”, asalkan perut cukup terisi dan bisa buat jalan kaki cukup jauh. Jadi ga aneh-aneh milih makannya, ga kayak Bondan Winarno waktu ke Venezia hehehe.

Tempat-tempat wisata di Roma yang kami kunjungi adalah standar tujuan turis dan sekilas saja diceritakan karena pasti banyak sekali cerita-cerita semacam ini di internet.

Basilica di San Pietro

Tujuan pertama kami begitu sampai di Roma adalah Basilica di San Pietro di Vatican. Setelah check-in ke Hotel Donatello, kami mampir dulu di mini market dekat hotel beli minuman Nestea. Kayaknya minuman ini belum muncul di Indonesia, kalah saingan kali sama Teh Botol Sosro. Segera saja kami berangkat naik Met.Ro dari Manzoni dan turun di stasiun Ottaviano. Vatikan cukup unik karena statusnya adalah negara. Tidak seperti layaknya negara lain yang memerlukan pengecekan paspor dan visa, Vatikan di kota Roma seperti layaknya kecamatan saja. Sehabis dari Basilica di San Pietro kami selintas melihat es krim yang logo mereknya tidak asing di Indonesia, tetapi namanya sama sekali berbeda. Saya jadi mengerti, rupanya disesuaikan dengan lidah orang Italia tho rupanya. Dibawah logo merek yang ukurannya kecil dan posisi paling atas itu tertera Algida. Bisa tebak merek apa ini kalo di Indonesia?

 

es krim

 

Piazza di Spagna

Ketika kami sampai di Piazza di Spagna (artinya kurang lebih Spanish Steps), senja sudah tiba dan sudah saatnya mengisi perut kami yang keroncongan. Kami berjalan-jalan melewati jalan Condotti yang ramainya bukan main oleh ratusan turis. Mirip dengan Champs-Elysee, ini adalah jalanan yang penuh dengan toko-toko fashion yang terkenal didunia. Tentu saja bukan pakaian, parfum atau baju yang kami cari, melainkan tempat mengisi perut. Akhirnya setelah berjalan cukup jauh kami memilih sebuah restoran kecil yang cukup apik. Istri saya berpendapat “karena kita ada di Italia yang negerinya Pizza, sudah sepantasnya kita mencicipi pizza di Italia”. Ide yang lumayan bagus, kenapa tidak? Kami memesan dua pizza ukuran personal dan minuman Nestea rasa jeruk nipis. Istri memesan tiramisu sebagai hidangan penutup. Rasa pizza-nya? Biasa saja ah, malah menurut saya enakan Pizza Hut di Indonesia hahaha! Dasar lidah ndeso!

 

pizza dan tiramisu

 

Colosseum

PKL? Ya, PKL alias pedagang kaki lima juga banyak di Roma seperti di Jakarta. Bedanya mereka lebih rapi dan lebih modal karena mereka memakai mobil. Selepas capek naik turun dan keliling-keliling reruntuhan Colosseum, kami memutuskan jajan sedikit di PKL ini. Beli pizza dan es krim lah disini buat nambah ganjal perut karena sarapan yang kami dapatkan di hotel hanya croissant dan teh manis. Beli apa ya? Kami harus agak berhati-hati dengan isi roti lapis. Di Prancis dan Italia sepertinya daging babi sangat mudah didapatkan dan sudah sangat biasa dijual dengan nama “roti lapis isi daging”. Cukup menipu ya? Mungkin karena harga daging babi lebih murah ya dibandingkan harga daging sapi dan daging ayam. Kami memilih es krim dan roti lapis isi daging sapi. Perhatikan deh ramenya barang dagangan si PKL, mulai dari pizza, roti lapis, bir, minuman soda, kripik kentang,  sampai ke spanduk dan tulisan-tulisan di mobil PKL.

 

Jajan

 

Fontana di Trevi – Pantheon – Bandara Leonardo da Vinci

Fontana di Trevi ini adalah air mancur yang terkenal di Roma, usianya tidak terlalu tua dibandingkan situs-situs sejarah lain di Roma, sekitar “300 tahun saja”. APA?! Bangunan usia 100 tahun di tengah-tengah rimba perkotaan besar seperti Jakarta dan Bandung adalah luar biasa kalau masih bisa bertahan, apalagi sampai 300 tahun! Benar-benar luar biasa deh semangat menjaga warisan budaya orang Eropa.

Pantheon dulunya adalah kuil pemujaan dewa-dewi orang Romawi yang kemudian berubah fungsi menjadi gereja. Bentuknya unik, mempunyai kubah raksasa yang berlubang di puncak kubahnya. Menurut info sana-sini, dari kubah ini kita bisa melihat posisi bintang-bintang di langit. Posisi bintang ini akan menentukan kapan mulai musim tanam, kapan musim hujan akan datang.

Capek keliling-keliling dan pengen camilan kecil, kami membeli kenari panggang ke bapak-bapak yang membakar kenarinya di tepi jalan dengan payung yang meneduhinya. Bentuk kenari bakar ini mirip kacang tolo, tapi isinya lunak. Hmmm… Enak juga rasanya, seperti kacang raksasa! Jadi teringat tokoh Kiki dan Koko di Donal Bebek hihihi.

Tak terasa waktu kami di Roma sudah hampir berakhir dan kami harus balik ke Paris kalau tak mau ketinggalan pesawat. Kami pun segera berkemas dan berangkat ke Bandara Leonardo da Vinci dengan menumpang kereta khusus dari stasiun Termini langsung ke Bandara Leonardo da Vinci. Berhubung hari sudah malam dan kami memilih jalan praktis, kami memilih makan di restoran Bandara. Lumayan, kami bisa memilih makanan yang bisa mengenyangkan seperti daging ayam yang dipotong besar-besar, kentang dan sepiring pasta! Nyem nyem nyem…

macam-macam

Dari tadi kok ga ada penjelasan harga-harganya sih? Hehehe, mohon maaf pembaca, bon-bon makanannya sudah keburu dibuang, jadi kelupaan harga-harganya.

Yuk kapan-kapan wisata kuliner di Italia! Buon appetito!

Nikmati Rasa Otentik Kuliner Jerman

Di resto ini Anda bisa mencicipi gurihnya fish fillet dengan siraman saus remoulade.

 Anda ingin menikmati makanan dan minuman khas Jerman? Jawabannya adalah Paulaner Bräuhaus. Restoran yang baru dibuka 28 Mei 2010 lalu di Grand Indonesia, Jakarta ini, merupakan tempat makan bertema Bavaria (sebuah daerah di Jerman) satu-satunya di Jakarta.

Bukan hanya menu, interior restoran juga membuat pengunjungnya serasa berada di tempat makan tradisional Jerman. Dengan hiasan dinding, tungku perapian dan peralatan penyulingan bir, ruangan memiliki suasana hangat. Di tempat ini Anda memang bisa melihat secara langsung bagaimana pembuatan bir. Pipa-pipa penyulingan menjadi hiasan tersendiri dalam ruangan, dan pengunjung tetap bisa menikmatinya sebagai bagian dari interior.

Untuk pilihan menu pembuka Anda bisa menikmati Curry Sausage. Sosis khas Jerman yang digoreng kemudian disiram dengan bumbu kari yang gurih. Rasanya sangat unik, tetapi bumbu karinya berbeda dengan kari khas asia. Bumbu kari lebih terasa seperti saus barbeque.

Untuk menu utama, restoran Jerman tentu tidak lepas dari menu olahan daging babi. Seperti hidangan klasik, Pork Knuckle, yaitu sosis babi yang disajikan dengan sauerkraut (bawang merah yang difermentasi) dan kentang pure. Tetapi jika Anda tidak mengonsumi babi, ada menu lainnya yang halal dengan area pembuatan makanan terpisah.

Menu halal pilihannya cukup beragam. Seperti Grilled Chicken Sausage, yaitu sosis ayam buatan sendiri yang dipanggang dan disajikan dengan sauerkraut dan saus mustard. Rasa gurih ayam berpadu dengan sedapnya bawang dan kecutnya mustard. Rasanya sangat unik.

Tidak ketinggalan menu ikan, yaitu Fish Fillet. Ikan kakap putih yang digoreng tepung, kemudian disajikan dengan saus remoulade (seperti saus tartar) dan salad kentang yang dilengkapi dengan irisan daging sapi asap. Gurihnya ikan akan makin terasa dengan siraman saus remoulade.

Untuk menu ayam, Anda bisa mencoba Chicken Schnitzel. yaitu dada ayam yang digoreng tepung disajikan dengan kentang goreng. Ada juga menu Meatloaf yang sangat pas untuk sarapan, terdiri dari telur setengah matang, bawang bombay yang ditumis dan daging sapi olahan.

Sebagai menu penutup, Anda harus mencoba Grandma Original Black Forest Cake, yang rasanya berbeda dari black forest biasa. Ada juga Homemade Apple Strudel yang disiram dengan saus vanila.

Paulaner Bräuhaus
Ground Floor, Grand Indonesia
Harga makanan : Rp 15.000 – Rp 260.000
Harga minuman : Rp 45.000 – Rp 3.950.000
Jam Buka : 11.30 – 00.30
Telepon : (021) 2358-3871

Perjalanan Kuliner di Kota Berkabut

Clam chowder dan sourdough

“Clam chowder” pada dasarnya adalah sup kental berkaldu yang berisikan kerang, lengkap dengan kentang dan bawang putih. Seledri dan wortel juga bercampur di dalamnya, dan daun peterseli berada di atas. Sup ini dikonsumsi bersama roti “sourdough” — khas San Francisco yang rasanya sedikit asam. Clam chowder dapat ditemukan di banyak tempat di kota ini.

Kios makanan di Fisherman’s Wharf

Jika Anda suka makanan jalanan, datanglah ke Fisherman’s Wharf dan temukan kios-kios kecil yang menjual beragam makanan seperti “fish and chips”, roti isi, hot dog dan clam chowder. Jika Anda lebih ingin makan sembari duduk di restoran, di sekitarnya juga terdapat beberapa restoran. Berjalanlah sedikit ke Pier 39, di sana ada beberapa restoran menunggu Anda.

Ghirardelli Chocolate

Suka coklat? Girardhelli Chocolate adalah merek coklat yang asli San Francisco, didirikan di sini tahun 1852. Merek coklat ini sebenarnya bisa ditemukan di berbagai kota di Amerika Serikat, namun tempat mana lagi yang terbaik untuk membelinya selain di kota asalnya? Girardhelli Chocolate juga memiliki Girardhelli Square, sebuah pujasera yang menyajikan banyak jenis makanan, termasuk Girardhelli Ice Cream & Chocolate Shop untuk menikmati es krim, fudge dan sundae!

Caffe Trieste

Inilah salah satu sorotan di kawasan North Beach, sebuah komunitas Italia di sini. Pelopor kafe espresso dan cappucino di pesisir Barat Amerika Serikat, didirikan oleh imigran Italia bernama Papa Gianni Giotta. Dahulu, kafe ini tempat berkumpul para penulis generasi Beat tahun 1950an seperti Jack Kerouac, Allen Ginsberg, Bob Kaufman dan tidak lupa Francis Ford Coppola (yang menulis skrip film “Godfather”). Interiornya masih terasa klasik.

Chinatown

Barangkali salah satu tempat makan termurah di seluruh San Francisco adalah di antara banyak tempat makan di Chinatown, pecinan terbesar dan tertua di benua Amerika Utara. Berbagai pilihan makanan khas Tiongkok dan negara Asia lain ada di sini, dengan rentang harga $ 5-10 per porsi. Nasi dan mi yang digoreng atau direbus, disajikan bersama rebusan atau tumisan daging dan sayur, lumpia, dim sum dan teh adalah beberapa di antaranya yang bisa Anda nikmati.

Tempat Bersantap Pilihan di Bangkok

Bangkok adalah kota yang menarik dengan berbagai kontrasnya, lalu lintas macet dan kacau, dan bermacam-macam gaya hidup. Di saat bersamaan, Bangkok punya daya tarik wisata yang terus mempesona dan mengesankan. UnearthingAsia kali ini mengajak Anda keliling ke tempat-tempat terbaik untuk santap malam spesial.

Blue Sky Restaurant

Di atas cakrawala biru Bangkok terletak restoran Blue Sky, berlokasi di atap (lantai 24) Sofitel Centara Grand Hotel di Bangkok. Restoran ini adalah tempat terbuka yang luas, untuk menikmati makan malam lezat di bawah langit malam berbintang dengan pemandangan 360 derajat kota Bangkok. Menu unggulannya adalah Japanese Spring Rolls, Blue Sky Sibi, dan Lemon Tarts.

Sala Rim Naam

Terletak di seberang Hotel Mandarin Oriental, restoran ini dilengkapi dengan pemandangan indah menghadap ke Sungai Chao Praya. Suasananya sangat bagus, dengan lampu berkelap-kelip dari perahu yang lewat menjadikan suasana romantis di bawah langit malam. Setiap malam juga ada pertunjukan tari tradisional yang sebaiknya tidak dilewatkan. Jika pilihannya adalah meja menghadap sungai atau menghadap pertunjukan, pilihan kami adalah yang pertama.

Vertigo and Moon Bar

Vertigo and Moon Bar adalah salah satu bar terbuka yang letaknya tertinggi di Asia Pasifik, dan jadi “tujuan wajib” setiap kali wisata ke Bangkok. Terletak di lantai  61 yang merupakan lantai tertinggi gedung Banyan Tree Bangkok. Vertigo and Moon Bar dengan atap terbuka ini memang sesuai namanya. Ada pemandangan yang membuat kita terbuai. Tempat ini adalah yang terbaik untuk acara romantis, bersantai setelah bekerja, atau pesta peluncuran.

Flava Restaurant & Lounge

Flava Restaurant & Lounge adalah restoran chic dan stylish di Dream Hotel Bangkok. Letaknya di atas lobi dan memadukan desain modern dengan tradisi kuno dalam cara menarik. Nikmati hidangan fusion Barat dan Asia sambil menikmati pemandangan jalanan di Bangkok dalam suasana yang nyaman. Malam di Flava pasti akan diisi dengan suasana eksotis.

Breeze

Tempat nongkrong yang asyik ini belum lama muncul di State Tower, tempat restoran-restoran termahal di Bangkok. Konsep restoran terbuka di lantai 52 menyajikan campuran masakan pan-Asia dengan ciri khas kesempurnaan. Pada malam hari restoran ini bersinar dengan cahaya keunguan, menambah indah pemandangan kota Bangkok dari teras terbuka atau dari jembatan kaca yang tergantung di ketinggian udara.

Kawasan Asia Tenggara penuh dengan berbagai makanan menarik. Baca juga artikel tentangmengikuti jejak makanan di Penang dan restoran dengan pemandangan terbaik di Singapura.

Red Sky Bistro

Terletak di Centara Grand di CentralWorld, Red Sky Bistro menerapkan konsep urban chic dengan pendekatan modern dalam seni santap. Red Sky Bistro berada di lantai 55, dengan pemandangan kota yang menakjubkan. Red Sky Bistro menggunakan teknik dengan penuh seni untuk mencegah hembusan angin sehingga acara santap tetap nyaman meski di udara terbuka lantai 55. Menunya tidak terlalu banyak tapi memuaskan. Pelayanannya sangat berhati-hati agar santapan yang tersaji benar-benar berkelas bintang lima. Yang paling memuaskan adalah daftar anggur yang panjang. Tersedia banyak pilihan guna menemani saat-saat menikmati langit malam yang indah.

Salathip

Terletak di Hotel Shangri-La di Sungai Chao Praya, suasana restoran ini sempurna untuk malam yang romantis. Nikmati makan malam mewah Thailand dengan pemandangan perahu-perahu yang menerangi sungai. Musik tradisional dan tari menyertai hidangan. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan kembang api di atas sungai.

The Reflexions

Restoran ini telah memenangi penghargaan, menawarkan masakan Prancis modern dengan rasa yang intens. Letaknya di Level 3 The Plaza Athenee Bangkok. Suasananya nyaman dan menyenangkan, dengan banyak pilihan anggur untuk melengkapi menu yang inovatif dan menarik dari Chef Thibault Chiumenti. Film kuno hitam putih diputar di latar belakang untuk menambahkan sentuhan klasik pada dekorasi.

Opus Wine Bar

Terletak di jantung kawasan bisnis pusat kota Bangkok antara Silom dan Sathorn. Suasananya klasik tapi nyaman, dengan meja yang tersebar secara baik sehingga tamu merasa lapang. Makanannya terdiri dari berbagai antipasti dan tapas yang cocok untuk dimakan bersama. Terdapat pula pasta rumahan, ikan segar, dan daging panggang. Opus Wine Bar tak terbantahkan lagi sebagai gudang anggur, ada 400 label, terbanyak pilihan anggurnya di Bangkok.